Search This Blog

Powered by Blogger.

LAPORAN KEGIATAN PROMOSI NAPZA



LAPORAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN PENYULUHAN
KESEHATAN MENGENAI PENYALAHGUNAAN NAPZA

A.     Latar Belakang
Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan zat Adiktif (NAPZA) merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. NAPZA kerap disebut juga dengan istilah narkoba yang merupakan kependekan dari narkotika, psikotropika dan bahan brbahaya lain. Sebenarnya narkoba adalah senyawa-senyawa yang cukup banyak diperlukan di dalam dunia kesehatan, industri dan rumah tangga. Sebagian besar senyawa narkoba bersifat mempengaruhi kerja system otak. Oleh karena itu, penggunaannya harus memenuhi aturan-aturan tertentu sebagaimana telah ditetapkan didalam Undang-Undang kesehatan.
Sebagaimana obat yang bekerja pada system saraf, pemakaian narkoba dapat menimbulkan berbagai macam pengaruh, mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Pengaruh, mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Pengaruh yang ringan, misalnya rasa mengantuk dan rasa santai. Pengaruh yang berat, misalnya pingsan, mabuk, dan mengantuk dan bahkan mati. Oleh karena itu, narkoba tidak bisa dikonsumsi seberangan tanpa sepengetahuan tenaga medis atau tenaga kesehatan. (Ida Listyarini H, 2004).
Menghindari dari NAPZA akan sangat bermanfaat sekali, karena zat tersebut akan merusak seluruh tubuh sehingga menyebabkan tidak sehat.  . Selain itu juga akan menimbulkan penyakit jantung, kanker, dan kemunduran mentalitas. Kerusakan susunan saraf juga merupakan dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaaan napza ini.
Masalah rokok dan Narkotik serta bahan berbahaya lainnya merupakan masalah yang sangat komplek saat ini. Rokok merupakan salah satu  pemicu terjadinya  masalah penyalahgunaan narkotik dan bahan berbahaya tersebut. Mengingat rokok bisa memicu terjadinya masalah penyalahgunaan napza, maka janganlah memulainya apabila anda ingin sehat. Dampak lain yang banyak mengancam remaja Indonesia adalah kehancuran masa depan mereka. Karena pengaruhnya pada susunan saraf, sehingga secara tidak langsung mempengaruhi juga daya ingat dan intelektual.
Dari beberapa pernyataan diatas, kami tergerak hati untuk membekali dan menambah pengetahuan  tentang napza beserta penjelasannya. Say No To Drug! Napza Enak Berujung Maut.
B.     Tempat/Waktu Kegiatan/Peserta
1.      Tempat: Desan Geguntur kec. Jempong Barat kab.Lombok barat
2.      Waktu kegiatan:Senin 21 Desember 2015 /pukul 03.00 p.m
3.      Peserta:Remaja
4.      Pelaksana/pemateri: Hendri

C.     Metode Penyuluhan
Penyuluhan dilakukan dengan menjelaskan dan membagikan leaflet yang berisi tentang informasi singkat mengenai penyalah gunaan napza.
Kegiatan penyuluhan :
No
  Waktu
Kegiatan penyuluhan
 Respon
Media
1.
Pembukaan
(3 menit)
v  Memberi salam
v  Memperkenalkan diri
v  Menyampaikan tujuan  penyuluhan.
v  Audien Menjawab salam
v  Audien memahami maksud dan tujuan

2.
Pelaksanaan
(15menit)
v  Penyampaian materi
v  Sesi tanya jawab
v  Mendengarkan materi  penyuluhan yang di sampaikan
v  Audien memperhatikan  jalannya  penyuluhan
v  Audient bertanya
v  Power point
v  Leaflet
3.
Penutup
v  Menyimpulkan dan rencana tindak lanjut ke depan
v  Audient mampu menjawab  pertanyaan yang di ajukan
v  Menjawab salam


D.     Tahap Evaluasi
1.      Evaluasi struktur
a.       Peserta yang hadir berjumlah 6 remaja.
b.      Setting tempat acara berlangsung telah disepakati sebelum kegiatan;
c.       Peran mahasiswa  muda sebagai pelaksana acara telah sesuai dengan peran dan tugas
d.      masing-masing;
e.       Perlengkapan alat dan media yang digunakan juga sudah lengkap sesuai yang
f.       telah direncanakan, yaitu: laptop/power point dan leaflet
g.       Penggunaan bahasa  dan cara penyampaian  materi  telah disesuaikan  sehingga
h.      lebih mudah dipahami oleh remaja.
2.      Evaluasi proses
a.       Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada hari Senin, 21 Desember 2015 pukul 03.00 WIB dan berakhir pada pukul  03.40 WIB;
b.      Kegiatan berjalan lancar sesuai rencana dan kontrak yang telah disepakati di awal pembukaan;
c.       Peran dan tugas mahasiswa muda telah dilaksanakan sesuai perencanaan;
d.      Para  remaja  aktif   selama   kegiatan,   penuh   perhatian,   bahkan   ada   yang memberikan pendapat terhadap presentasi yang disampaikan dan mengajukan pertanyaan.
e.       Seluruh   peserta   tidak  mengikuti   kegiatan   sampai   akhir,   ada   2   orang meninggalkan tempat di pertengahan acara.
3.      Evaluasi hasil
Pengetahuan remaja mengenai NAPZA meningkat
4.      Saran
Untuk selanjutnya sebaiknya dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan antusias remaja  untuk   datang   lebih   awal   sehingga  acara   dapat   dilaksanakan  tepat  pada waktunya.

Faktor pendukung
1.       Antusiasme   dan   partisipasi   peserta   dalam   mengikuti   kegiatan   dibuktikan   dengan remaja yang hadir dan mengikuti acara sampai akhir.
2.      Adanya kontribusi dari BNN dalam memberikan materi tentang NAPZA.
Faktor penghambat
1.      Keterlambatan kehadiran undangan sehingga terjadi pengunduran waktu pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut
2.      Mahasiswa muda harus bisa menyiasati waktu dan tempat dalam melaksanakan kegiatan



E.     Materi Penyuluhan Penyalah Gunaan Napza
1.      Pengertian
Napza merupakan singkatan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang bekerja pada pusat penghayatan kenikmatan otak sebagaimana kenikmatan sensasi, makan, dan stimulasi seksual. Karena itu bagi yang sudah menghayatinya selalu muncul dorongan kuat untuk menggunakan napza guna memperoleh kenikmatan lahir batin atau eforia. Semakin kuat napza mempengaruhan pusat-pusat penghayatan maka semakin kuat pula potensi ketergantungan yang akan ditimbulkan. ( www.Bali Post.co.id, Nizar R. 2002 ).
NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya) ( www.bkkbn.go.id ).
NARKOTIKA: zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya - digunakan secara medis atau disalahgunakan yang mempunyai efek psikoaktif.
ALKOHOL : zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat PSIKOTROPIKA: adalah zat-zat dalam berbagai bentuk pil dan obat yang mempengaruhi kesadaran karena sasaran obat tersebut adalah pusat-pusat tertentu di sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Psikotropik meliputi : Ecxtacy, shabu-shabu, LSD, obat penenang/ tidur, obat anti depresi dan anti psikosis.
ZAT ADIKTIF lainnya yaitu zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan (aseton, thinner cat, lem). Zat-zat tersebut sangat berbahaya karena bisa mematikan sel-sel otak. Zat adiktif juga termasuk nikotin (tembakau) dan kafein (kopi).
NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) maupun intravena (melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Penggunaan NAPZA berlanjut akan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan/ atau psikologis serta kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ otonom. NAPZA terdiri atas bahan-bahan yang bersifat alamiah (natural) maupun yang sintetik (buatan). Bahan alamiah terdiri atas tumbuhan dan tanaman, sedangkan yang buatan berasal dari bahan-bahan kimiawi.

2.      Berbagai Faktor Penyebab Penyalahgunaan NAPZA
Pada setiap kasus, ada berbagai penyebab yang khas mengapa seseorang menyalahgunakan NAPZA dan ketergantungan. Artinya, mengapa seseorang akhirnya terjebak dalam perilaku ini merupakan sesuatu yang unik dan tidak dapat disamakan begitu saja dengan kasus lainnya. Beberapa faktor yang berperan pada penyalahgunaan NAPZA adalah :
a.       Faktor Keluarga
Faktor orangtua atau keluarga yang ikut menjadi pencetus remaja menjadi penyalahgunaan napza adalah orangtua yang:
1)      Kurang komunikatif dengan anak dan terlalu menuruti kemauan anak (permisif).
2)      Terlalu sibuk dan kurang memberi perhatian pada anak, Tidak sepaham dalam mendidik anak.
3)      Keluarga yang memiliki sejarah (termasuk orangtua) mengalami ketergantungan NAPZA
4)      Keluarga dengan manajemen keluarga yang kacau, yang terlihat dari pelaksanaan aturan yang tidak konsisten dijalankan oleh ayah dan ibu.
5)      Keluarga dengan konflik yang tinggi dan tidak pernah ada upaya penyelesaian yang memuaskan semua pihak yang berkonflik. Konflik dapat terjadi antara ayah dan ibu, ayah dan anak, ibu dan anak, maupun antar-saudara.
6)      Keluarga dengan orangtua yang otoriter. Di sini peran orangtua sangat dominan, dengan anak yang hanya sekadar harus menuruti apa kata orang tua dengan alasan sopan santun, adat istiadat, atau demi kemajuan dan masa depan anak itu sendiri tanpa diberi kesempatan untuk berdialog dan menyatakan ketidaksetujuannya.
7)      Keluarga yang perfeksionis, yaitu keluarga yang menuntut anggotanya mencapai kesempurnaan dengan standar tinggi yang harus dicapai dalam banyak hal.
8)      Keluarga yang neurosis, yaitu keluarga yang diliputi kecemasan dengan alasan yang kurang kuat, mudah cemas dan curiga, dan sering berlebihan dalam menanggapi sesuatu.
b.      Faktor Kepribadian
Kepribadian penyalahguna NAPZA juga turut berperan dalam perilaku ini. Pada remaja, biasanya penyalahguna NAPZA memiliki konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah. Perkembangan emosi yang terhambat, dengan ditandai oleh ketidak mampuan mengekspresikan emosinya secara wajar, mudah cemas, pasif agresif dan cenderung depresi, juga turut mempengaruhi.
Selain itu, kemampuan remaja untuk memecahkan masalahnya secara adekuat berpengaruh terhadap bagaimana ia mudah mencari pemecahan masalah dengan melarikan diri. Hal ini juga berkaitan dengan mudahnya ia menyalahkan lingkungan dan lebih melihat faktor- faktor di luar dirinya yang menentukan segala sesuatu. Dalam hal ini, kepribadian yang dependen dan tidak mandiri memainkan peranan penting dalam memandang NAPZA sebagai satu-satunya pemecahan masalah yang dihadapi.
Sangat wajar bila dalam usianya remaja membutuhkan pengakuan dari lingkungan sebagai bagian pencarian identitas diri. Namun bila ia memiliki kepribadian yang tidak mandiri dan menganggap segala sesuatunya harus diperoleh dari lingkungan, akan sangat memudahkan kelompok teman sebaya untuk mempengaruhinya menyalahgunakan NAPZA. Di sinilah sebenarnya peran keluarga dalam meningkatkan harga diri dan kemandirian pada anak remajanya.
c.       Faktor Kelompok
Kelompok teman sebaya dapat menimbulkan tekanan kelompok, yaitu cara teman-teman atau orang-orang seumur untuk mempengaruhi seseorang agar berperilaku seperti kelompok itu. Tekanan kelompok dialami oleh semua orang bukan hanya remaja, karena pada kenyataannya semua orang ingin disukai dan tidak ada yang mau dikucilkan.
Kegagalan untuk memenuhi tekanan dari kelompok teman sebaya, seperti berinteraksi dengan kelompok teman yang lebih populer, mencapai prestasi dalam bidang olah raga, sosial dan akademik, dapat menyebabkan frustrasi dan mencari kelompok lain yang dapat menerimanya. Sebaliknya, keberhasilan dari kelompok teman sebaya yang memiliki perilaku dan norma yang mendukung penyalahgunaan NAPZA dapat muncul.
d.      Faktor Kesempatan
Ketersediaan NAPZA dan kemudahan memperolehnya juga dapat dikatakan sebagai pemicu. Indonesia yang sudah menjadi tujuan pasar narkotika internasional, menyebabkan zat-zat ini dengan mudah diperoleh. Bahkan beberapa media massa mendapat informasi bahwa para penjual narkotika menjual barang dagangannya di sekolah-sekolah, termasuk sampai di SD. Penegakan hukum yang belum sepenuhnya berhasil tentunya dengan berbagai kendalanya juga turut menyuburkan usaha penjualan NAPZA di Indonesia.
e.       Faktor lingkungan
Lingkungan masyarakat yang bayak berperan dalam menentukan karakteristik seseorang, sifat serta perilaku seseorang akan sangat berpengarug terhadap penyalah gunaan obat tersebut karena kondisi lingkungan yang kurang aktiv dalam upaya pemberantasan peredaran obat- obatan tersebut atau sikap tak acuh seolah membiarkan penyalahgunaan napza.
3.      Tanda dan gejala ketergantungan obat
Tanda-tanda umum untuk mengenali apakah anak sudah mulai terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA:
a.    Prestasi anak menurun tajam
b.   Kebiasaan berpakaian yang berubah drastis, dari yang rapih menjadi buruk
c.    Perubahan tingkah laku yang tidak seperti biasanya/semestinya
d.   Anak tidak memperhatikan kebersihan diri sendiri
e.    Mendadak menjadi pendiam dan sering menyendiri dikamar serta cenderung apatis
f.    Tidak menuruti lagi disiplin rumah
g.    Mata sering merah dan nafsu makan berubah
h.   Berat badan menurun
i.     Gampang tersinggung
j.     Anda sering mencium bau aneh dikamarnya
k.   Mulai ada insiden-insiden pencurian di rumah atau di sekolah yang dilaporkan.
l.     Dll.
4.      Bahaya penggunaan NAPZA.
Semua jenis obat dan zat dapat membahayakan tubuh bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pemakaiannya. Efek obat akan sangat tergantung pada berbagai faktor yang saling berinteraksi. Seberapa besar efeknya bagi tubuh tergantung pada jenis obat yang digunakan, berapa banyak dan sering digunakan, bagaimana cara menggunakan obat itu, dan apakah digunakan bersama obat lain. Efek obat terhadap tubuh manusia juga tergantung dari berbagai faktor psikologis seperti kepribadian, harapan atau perasaan saat memakai, dan faktor biologis seperti berat badan, kecenderungan alergi, dll. Secara fisiologis organ tubuh yang paling banyak dipengaruhi adalah sistem syaraf pusat (SSP) , termasuk otak dan sumsum belakang organ-organ otonom seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan pancaindera. Kerusakan pada organ-organ tubuh itu menghilangkan dan merusak fungsi-fungsi tubuh pemakai sebagai manusia normal, sehingga selanjutnya pemakai tidak dapat lagi hidup normal.
NAPZA membahayakan hidup pemakai sendiri maupun orang lain. Bagi pemakai, selain tidak dapat hidup normal, ia juga bisa menghadapi kematian karena overdosis atau penyakit lain. Para pemakai NAPZA biasanya juga menjadi beban bagi orang-orang lain di sekitarnya mulai dari keluarganya sendiri sampai masyarakat luas.
Orang yang menyalahgunakan NAPZA disebut pengguna obat  biasanya tidak dapat hidup normal. Penyalahgunaan obat menciptakan ketergantungan fisik maupun psikologis pada tingkat yang berbeda-beda. Ketergantungan atau kecanduan menyebabkan pengguna tidak dapat hidup tanpa obat. Ketergantungan dimulai ketika orang dengan sadar memilih untuk menyalahgunakan obat. Ketergantungan bukan hanya berarti memakai obat secara berlebih. Ketergantungan disebabkan efek obat pada kerja dan metabolisme otak yang merubah penyalahgunaan menjadi ketergantungan akan obat dan sebuah penyakit kronis.
Ketergantungan fisik menyebabkan timbulnya rasa sakit luar biasa bila ada usaha untuk mengurangi pemakaiannya atau bila pemakaian akan dihentikan. Ketergantungan secara psikologis menimbulkan tingkah laku yang kompulsif (berkeras, ngotot) untuk memperoleh obat-obatan tersebut Ketergantungan ini menyebabkan perilaku orang tersebut menjadi aneh dan kadang-kadang tak terkendali.
Keadaan ini semakin buruk manakala tubuh sang pemakai menjadi kebal, sehingga kebutuhan tubuh akan zat yang biasa dipakainya tersebut meningkat untuk dapat sampai pada efek yang sama "tingginya" (disebut toleransi). Dosis yang tinggi dan pemakaian yang sering diperlukan untuk menenangkan keinginan yang besar. Semakin tinggi dosis dan semakin sering pemakaian, semakin besar kemungkinan pemakai mengalami over dosis (takaran melebihi kemampuan tubuh menerimanya) yang menyebabkan kematian.
Penyalahgunaan NAPZA menimbulkan berbagai perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang dan nyaman pada pemakainya. Tetapi perasaan positif ini hanya berlangsung sementara, yaitu selama zat bereaksi dalam tubuh. Begitu efek NAPZA habis, yang terjadi adalah justru rasa sakit dan tidak nyaman sehingga pemakai merasa perlu menggunakannnya lagi. Hal ini terus berulang sampai pemakai menjadi tergantung. Ketergantungan pada NAPZA inilah yang mengakibatkan berbagai dampak negatif dan berbahaya, baik secara fisik, psikologis maupun sosial.
a.       Fisik : sistim syaraf pusat yaitu otak dan sum-sum tulang belakang, organ-organ otonom (jantung, paru, hati, ginjal) dan pancaindera.
b.      Psikologis atau kejiwaan : Perasaan tertekan bila tidak memakai obat tersebut, percobaan bunuh diri karena tidak dapat mendapatkan obat yang dibutuhkan, melakukan tindak kekerasan.
c.       Sosial dan Ekonomi : Merugikan keluarga, sekolah, lingkungan, masyarakat  bahkan bangsa.
d.      Hukum Dan Keamanan : Pemakai NAPZA seringkali tidak dapat mengendalikan diri dan bersikap sesuai dengan norma-norma umum masyarakat dan hal itu melanggar hukum yang berlaku di negera Indonesia.
e.       Lingkungan : pengguna NAPZA akan cenderung berperilaku tidak sesuai dengan norma dalam masyarakat.
5.      Cara Pencegahan Penggunaan NAPZA
Penyembuhan ketergantungan Napza di bagi menjadi tiga bagian yaitu pencegahan, terapi (pengobatan) dan rehabilitasi. Terapi di bagi menjadi dua tahapan, detoksifikasi (membersihkan Napza dari tubuh ) dan pasca detoksifikasi ( pemantapan ), yang dalam pengobatannya bermaksud bukan hanya fisik pasien yang disembuhkan tetapi juga kejiwaan, sosial dan keimanannya.
a.    Peranan Diri Sendiri
1)      Jangan pernah mencoba
2)      Bergaul dengan selektif
3)      Jadi diri sendiri
4)      Melakukan kegiatan yang positif
5)      Pendirian yang teguh
6)      Kenali lingkungan dengan benar
7)      Kenali dengan benar informasi tentang Napza
8)      Mendekatkan diri dengan Tuhan
b.   Peranan Orang Tua
1)      Menciptakan keluarga yang harmonis
2)      Menanamkan rasa  tanggung jawab dan percaya diri
3)      Menciptakan komunikasi secara terbuka dan harmonis
4)      Menyalurkan hobi dan bakatnya secara positif
5)      Memperlakukan anak secara adil
c.    Peranan Masyarakat
1)      Gerakan kampanye anti Napza
2)      Bekerjasama dengan orang yang berpengaruh
d.   Peranan Pemerintah
1)      UU tentang Narkotika dan Psikotropika
2)      Pembentukan LSM
3)      Pembentukan Tempat Rehabilitasi
Meskipun kita harus bergaul dengan sesama teman tanpa memilih-milih, namun kita harus tetap menjaga agar pergaulan tidak merugikan dan membahayakan diri kita. Sedekat apapun hubungan pertemanan kita, kita harus selalu berani menolak ajakan yang :
a.       Tidak bermanfaat (misalnya nonkrong sambil mengisap ganja sampai malam).
b.      Jelas merugikan atau melanggar aturan (misalnya permintaan untuk menjualkan obat/NAPZA).
c.       Menakutkan atau mencurigakan (misalnya menemui bandar NAPZA).
d.      Menolak ajakan teman tidak perlu dilakukan dengan kasar atau marah, tetapi dapat dilakukan dengan halus dan sopan tetapi harus tegas, dan dengan alasan yang masuk akal. Dengan cara yang baik tetapi tegas, teman yang mengajak dapat mengerti dan berhenti merayu atau memaksa kita. Carilah alasan yang tepat untuk menolak seperti : "terima kasih, tapi saya tidak mau karena saya tidak suka nongkrong", "terima kasih, tapi saya tidak mau terlibat dalam kegiatan yang merugikan saya", "saya tidak mau karena saya harus mengerjakan hal penting di rumah".
e.       Bentengi dirimu dengan iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena dirimu sungguh berarti. Masa depan yang cerah menantimu selalu. Say No To Drug.


TANYA JAWAB

DAFTAR PERTANYAAN
1.      Tanya        : Apakah yang dimaksud dengan NAPZA ?
Jawab     :  NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) maupun intravena (melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.
2.      Tanya        : Sebutkan faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA ?
Jawab     :  Faktor keluarga, faktor kepribadian, faktor kelompok, faktor   kesempatan, dan faktor lingkungan.
3.      Tanya        : Sebutkan tanda dan gejala ketergantungan obat?
Jawab     : Gejala atau tanda-tanda penyalahgunaan NAPZA. Pembicaraan cadel, Gangguan koordinasi motorik, Jalan sempoyongan, Muka menjadi merah, Banyak bicara, Sensitif Perubahan  perasaan, Orientasi  waktu terganggu, Suka berkelahi  dan Gangguan pemusatan perhatian.
4.      Tanya        : Sebutkan bahaya penggunaan NAPZA ?
Jawab     :
a)      Fisik : sistim syaraf pusat yaitu otak dan sum-sum tulang belakang, organ-organ otonom (jantung, paru, hati, ginjal) dan pancaindera.
b)      Psikologis atau kejiwaan : Perasaan tertekan bila tidak memakai obat tersebut, percobaan bunuh diri karena tidak dapat mendapatkan obat yang dibutuhkan, melakukan tindak kekerasan.
c)      Sosial dan Ekonomi : Merugikan keluarga, sekolah, lingkungan, masyarakat  bahkan bangsa.
d)      Hukum Dan Keamanan : Pemakai NAPZA seringkali tidak dapat mengendalikan diri dan bersikap sesuai dengan norma-norma umum masyarakat dan hal itu melanggar hukum yang berlaku di negera Indonesia.
5.      Tanya        : Sebutkan cara pencegahan penggunaan NAPZA dari diri sendiri ?   
Jawab     : cara pencegahan dari diri sendiri meliputi :
a)      Jangan pernah mencoba
b)      Bergaul dengan selektif
c)      Jadi diri sendiri
d)      Melakukan kegiatan yang positif
e)      Pendirian yang teguh
f)       Kenali lingkungan dengan benar
g)      Kenali dengan benar informasi tentang Napza
h)      Mendekatkan diri dengan Tuhan
PENUTUP

Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaya kami dapat menyelesaikan tinjauan tugas penyuluhan ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat beliau, amin.
Penyuluhan kesehatan mengenai Penyalah gunaan NAPZA di lakukan di rumah kontrakan jempong baratBanda 9aya, pada tanggal 21 Desember 2015 peserta merupakan penghuni rumah kontrakan tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment